Kenapa dokter saraf ikut menulis kode
Separuh waktu saya merawat otak pasien, separuhnya lagi menulis kode. Dua dunia yang ternyata bicara dengan bahasa yang sama.
Banyak orang menganggap kombinasi ini aneh. Dokter saraf yang malam-malam menulis kode, lalu paginya kembali ke ruang praktik. Seolah ada dua orang berbeda dalam satu jadwal yang sama.
Buat saya, tidak pernah terasa begitu. Keduanya adalah pekerjaan yang sama, hanya dilihat dari dua sisi.
Dua-duanya soal sistem yang rumit
Otak adalah sistem paling rumit yang pernah saya temui. Saat pasien datang dengan keluhan, saya tidak melihat satu gejala. Saya melihat sebuah sistem yang sedang memberi sinyal bahwa ada yang tidak beres, dan tugas saya menelusuri sinyal itu sampai ke sumbernya.
Membuat perangkat lunak rasanya mirip. Sebuah bug jarang berada di tempat ia terlihat. Kita menelusuri, menyingkirkan satu per satu kemungkinan, sampai ketemu akar masalahnya. Cara berpikirnya sama persis dengan cara saya membaca penyakit.
Alat yang dulu tidak saya punya
Ada juga alasan yang lebih praktis. Banyak masalah di dunia kesehatan yang tidak akan pernah selesai, kecuali dikerjakan oleh orang yang mengalaminya langsung.
Saya pernah menghabiskan berjam-jam untuk pekerjaan administratif yang sebenarnya bisa dibereskan mesin dalam hitungan detik. Saya pernah melihat catatan pasien tercecer sampai nyaris tidak berguna. Dulu saya cuma bisa mengeluh. Sekarang saya bisa membuat jalan keluarnya sendiri.
Ini bukan soal ingin terlihat modern atau ikut tren. Ini soal memperluas jangkauan tangan saya sendiri.
Sudut pandang yang berbeda
Yang paling menarik justru muncul saat dua dunia ini bertemu. Seorang insinyur yang membuat alat kesehatan tanpa pernah duduk di depan pasien akan melewatkan banyak hal. Sebaliknya, dokter yang tidak paham cara kerja mesin akan menelan begitu saja alat yang sebenarnya buruk.
Saya kebetulan berada di antara keduanya. Dari sana, saya bisa melihat hal yang sulit terlihat kalau hanya berdiri di satu sisi.
Inilah keunggulan yang tidak saya rencanakan, tapi sekarang saya rawat dengan sengaja. Bukan dokter yang kebetulan bisa menulis kode, bukan pula programmer yang kebetulan punya gelar dokter. Sesuatu yang berada di tengah, dan justru paling berguna karena ada di tengah.